36.5 C
Cikarang
spot_img
spot_img

Yosminaldi Tegaskan FORKOM HRD BEKAPURS Bukan Organisasi Baru, tetapi Wadah Sinergi Praktisi HRD

spot_img

BEKASI – Setelah diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. H. Asep Surya Atmadja, rangkaian Grand Launching Forum Komunikasi Human Resources Development (FORKOM HRD) BEKAPURS di Hotel Lakeside Bekasi, Sabtu (10/10/2026), dilanjutkan dengan sambutan inisiator dan penggagas Forkom, Dr. Yosminaldi, S.H., M.M., yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI).

Dalam sambutannya, Yosminaldi menegaskan bahwa FORKOM HRD BEKAPURS bukan organisasi baru yang dibentuk untuk menggantikan atau mengambil alih peran organisasi profesi HRD yang telah ada. Forum ini dibangun sebagai ruang komunikasi, kolaborasi, dan sinergi bagi berbagai asosiasi, forum, serta komunitas Praktisi HRD di wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Ia menjelaskan, BEKAPURS lahir dari semangat kebersamaan dan kebutuhan untuk menyatukan potensi praktisi HRD di kawasan industri tanpa menghilangkan identitas, kemandirian, serta independensi masing-masing organisasi.

“FORKOM HRD BEKAPURS ini bukan organisasi baru yang ingin mengambil alih organisasi-organisasi yang sudah ada. Ini adalah forum komunikasi dan kolaborasi. Kita berhimpun untuk memperkuat sinergi, bukan untuk menghilangkan identitas maupun kemandirian masing-masing organisasi,” ujar Yosminaldi yang juga Dosen Pascasarjana Univ Pertiwi dan Polteknaker itu.

Tidak Ada AD/ART, Kedepankan Kesetaraan dan Kemandirian

Yosminaldi menjelaskan, karena FORKOM HRD BEKAPURS merupakan forum komunikasi, konsepnya tidak diarahkan untuk membentuk organisasi baru dengan struktur kelembagaan yang mengikat seperti organisasi profesi pada umumnya.

Menurutnya, forum tersebut tidak dibangun dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagaimana organisasi formal. Prinsip yang dikedepankan adalah kesepahaman, kesetaraan, komunikasi terbuka, dan komitmen bersama untuk berkontribusi bagi kemajuan dunia ketenagakerjaan.

Dengan konsep tersebut, setiap organisasi HRD tetap memiliki kewenangan untuk menjalankan program, menentukan kebijakan internal, dan mengembangkan keanggotaannya masing-masing.

FORKOM HRD BEKAPURS hadir sebagai ruang bersama untuk mempertemukan gagasan, menyelaraskan kepentingan, serta membangun program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

Baca Juga  Bomer Pasaribu Apresiasi FORKOM HRD BEKAPURS, Tekankan Kualitas Manusia Hadapi Industri 4.0 dan 5.0

“Tidak ada organisasi yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Semua memiliki kedudukan yang sama. Semangat kita adalah berhimpun dalam kemandirian. Masing-masing organisasi tetap independen, tetapi ketika ada persoalan dan kepentingan bersama, kita bisa duduk bersama untuk mencari solusi,” tegas Advokat Perselishan Hub Industrial dari “Woeryono & Yosminaldi Lawfirm” tersebut.

Satukan Potensi HRD Empat Wilayah Industri

Yosminaldi menilai, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri nasional. Aktivitas industri yang berkembang di empat wilayah tersebut membutuhkan komunikasi yang kuat antara perusahaan, pekerja, pemerintah, serta para profesional yang menangani pengelolaan sumber daya manusia.

Dalam konteks tersebut, Praktisi HRD memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan dinamika hubungan industrial di perusahaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan kompetensi, hingga hubungan antara manajemen dan pekerja.

Karena itu, menurutnya, berbagai tantangan ketenagakerjaan tidak cukup dihadapi secara sendiri-sendiri oleh masing-masing organisasi. Diperlukan ruang bersama untuk bertukar pengalaman, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan.

“Ketika seluruh forum dan asosiasi HRD bersatu, kita memiliki kekuatan yang lebih besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, pekerja, pemerintah daerah, dan pembangunan ekonomi. FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan, solusi, dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia,” ungkap Yosminaldi yang juga Master Trainer PPM Jakarta dan Cikarang itu.

Bangun Sinergi dengan Pemerintah dan Dunia Industri

Lebih lanjut, Tokoh urang awak yang sudah berkiprah lebih 30 tahun di dunia ketenagakerjaan itu menegaskan bahwa FORKOM HRD BEKAPURS tidak hanya berorientasi pada penguatan hubungan antar praktisi HRD, tetapi juga mendorong kontribusi yang lebih luas dalam pembangunan ketenagakerjaan.

Forum ini diharapkan dapat menjadi mitra dialog bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, pekerja, dan kalangan akademisi dalam membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Baca Juga  Mengawal Tindak Lanjut Putusan MK

Sejumlah isu yang dapat menjadi perhatian bersama antara lain peningkatan kompetensi praktisi HRD, pengembangan tenaga kerja lokal, penguatan hubungan industrial yang harmonis, serta penyampaian masukan terhadap kebijakan ketenagakerjaan.

Yosminaldi yang juga Penulis produktif bidang Politik, Hukum & Ketenagakerjaan itu juga mendorong agar pengalaman praktis para profesional HRD di perusahaan dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam pembahasan kebijakan. Para praktisi dinilai memiliki pemahaman langsung mengenai kebutuhan industri dan dinamika hubungan antara pengusaha dan pekerja.

Melalui komunikasi yang terbuka, forum ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kepentingan tenaga kerja dan arah kebijakan pemerintah.

Bukan Sekadar Seremoni Grand Launching

Grand Launching FORKOM HRD BEKAPURS menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat komitmen bersama para praktisi HRD dari empat wilayah industri tersebut.

Yosminaldi berharap, setelah peluncuran resmi ini, komunikasi dan koordinasi antarorganisasi dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kegiatan berbagi pengetahuan, diskusi ketenagakerjaan, pengembangan kompetensi, dan penyusunan gagasan bersama.

Menurutnya, ukuran keberhasilan forum bukan terletak pada pembentukan struktur organisasi atau besarnya kegiatan seremonial, melainkan pada manfaat dan kontribusi yang dapat diberikan kepada dunia industri serta masyarakat.

“Grand launching ini bukan tujuan akhir. Ini adalah awal untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kerja sama yang nyata. Kita ingin FORKOM HRD BEKAPURS menjadi wadah yang produktif, tempat para praktisi HRD saling mendukung dan memberikan kontribusi bagi kemajuan ketenagakerjaan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat “Berhimpun dalam Kemandirian” harus menjadi landasan seluruh pihak yang terlibat. Setiap organisasi tetap dapat berkembang secara mandiri, sementara forum menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi persoalan bersama.

Dengan demikian, FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan menjadi penghubung komunikasi dan sinergi antara praktisi HRD di Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang, sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, profesional, produktif, dan berkelanjutan. (Hd)

Baca Juga

Cikarang Update

Berita Teratas

Nasional

spot_imgspot_img

Peristiwa

Populer

Indeks