CIKARANG — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP Asosiasi Praktisi Human Resources Indonesia (ASPHRI) 2026 menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun langkah penguatan organisasi ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Grande Valore Hotel, Jababeka, Cikarang, Sabtu (19/9/2026) tersebut mengusung tema “Harmonisasi & Sinergi Meraih Tujuan Bersama” dan dihadiri jajaran pengurus ASPHRI.
Salah satu pengurus yang memberikan perhatian terhadap penguatan komunikasi organisasi adalah Syuhada Wisastra, Wakil Ketua Bidang IV External Relation & Media Massa ASPHRI. Ia mengapresiasi pelaksanaan Rakornas 2026 yang dinilainya menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah seluruh pengurus.
“Saya sangat mengapresiasi Rakornas ini. Saya bangga menjadi bagian dari ASPHRI karena organisasi ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Tema harmonisasi dan sinergi harus kita terjemahkan menjadi kerja nyata, khususnya dalam membangun komunikasi organisasi dengan publik,” ujar Syuhada.
Media Massa Menjadi Jembatan ASPHRI dengan Publik
Syuhada menilai, Bidang External Relation & Media Massa memiliki peran strategis dalam membangun citra sekaligus memperluas jangkauan informasi ASPHRI.
Berdasarkan Laporan Pelaksanaan Program Kerja Tahun 2026 Bidang Kerja Sama Eksternal & Media Massa ASPHRI–Citra SDM Indonesia, kontribusi bidang tersebut sepanjang 2026 antara lain berupa penyusunan dan penyampaian informasi kegiatan kepada media, penyebaran berita organisasi, pemberitaan melalui media online, dokumentasi kegiatan, penguatan jaringan media serta publikasi berbagai aktivitas ASPHRI.
Dalam laporan tersebut juga tercatat sejumlah bentuk kontribusi, seperti media relations, penyebaran press release, publikasi berita online, dokumentasi kegiatan dan penguatan citra organisasi.
“Setiap kegiatan ASPHRI layak diketahui publik. Karena itu, media bukan hanya berfungsi sebagai tempat mempublikasikan kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan antara ASPHRI dengan masyarakat, dunia usaha, dunia industri dan para pemangku kepentingan,” katanya.
Menurut Syuhada, publikasi kegiatan ASPHRI perlu dilakukan secara konsisten agar berbagai program dan kontribusi para pengurus tidak hanya diketahui oleh internal organisasi.
Website Resmi dan Media Sosial Perlu Diperkuat
Syuhada mengatakan, ke depan ASPHRI perlu meningkatkan pengelolaan website resmi dan media sosial organisasi agar menjadi pusat informasi yang aktif, informatif dan mudah diakses.
“Website resmi ASPHRI dan media sosial harus kita tingkatkan. Jangan hanya aktif ketika ada kegiatan besar. Kita perlu membangun ritme publikasi yang konsisten sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang dilakukan ASPHRI dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar setiap kegiatan pengurus, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat terdokumentasi dan diberitakan melalui kanal komunikasi resmi ASPHRI.
“Kalau ada pengurus ASPHRI yang melakukan kegiatan di perusahaan masing-masing, itu juga bisa menjadi bagian dari cerita besar ASPHRI. Tentu dengan informasi yang layak dipublikasikan dan tetap sesuai dengan ketentuan perusahaan,” ujarnya.
Dorong Program Podcast ASPHRI
Selain media online dan media sosial, Syuhada mengusulkan pengembangan Podcast ASPHRI sebagai salah satu media komunikasi baru.
Menurutnya, podcast dapat menjadi ruang bagi para praktisi HR, pengurus, anggota, pelaku usaha maupun mitra ASPHRI untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan perkembangan dunia human resources.
“Podcast ASPHRI bisa menjadi ruang dialog. Kita bisa menghadirkan praktisi HR, pengurus, akademisi, pelaku industri maupun mitra untuk membicarakan persoalan dan perkembangan dunia kerja. Kontennya kemudian bisa dikembangkan ke berbagai platform digital,” ungkapnya.
Ia menilai, pengembangan konten digital juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun citra profesional ASPHRI sekaligus memperluas jejaring eksternal.
Dari Dokumentasi Menjadi Ekosistem Informasi
Syuhada menambahkan, tantangan ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah publikasi, tetapi membangun sistem informasi organisasi yang teratur.
“Jangan sampai kita hanya mengumpulkan dokumentasi. Dokumentasi itu harus diolah menjadi informasi, kemudian menjadi pengetahuan yang bisa memberikan manfaat. Dari satu kegiatan bisa lahir berita, foto, video, podcast maupun konten media sosial,” tuturnya.
Ia berharap seluruh pengurus dapat berperan dalam memperkuat sistem komunikasi tersebut dengan menyampaikan informasi kegiatan kepada Bidang External Relation & Media Massa.
“Harapan saya, setiap kegiatan pengurus di daerah maupun di perusahaan masing-masing bisa dikomunikasikan. Dengan begitu, kita bisa menunjukkan bahwa ASPHRI benar-benar aktif dan memiliki kontribusi nyata,” katanya.
Perkuat Sinergi Media dan Pengurus
Syuhada juga menilai penguatan hubungan dengan media massa perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada publikasi kegiatan, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas mengenai isu-isu human resources dan ketenagakerjaan.
“Media partnership harus kita bangun secara berkelanjutan. Kita perlu memiliki jaringan media yang baik sehingga informasi ASPHRI bisa menjangkau publik secara lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap hasil Rakornas 2026 dapat menjadi dasar untuk menyusun program komunikasi yang lebih terukur hingga periode kepengurusan berikutnya.
“Harmonisasi dan sinergi harus terlihat dalam cara kita berkomunikasi. Kalau seluruh pengurus bergerak dan setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik, ASPHRI akan semakin dikenal, semakin mudah diakses informasinya, dan semakin kuat membangun citra organisasi,” pungkas Syuhada Wisastra.
Syuhada Wisastra Siap Buka Kolaborasi GOKAR dengan Dunia Industri
Di sisi lain, Syuhada Wisastra yang juga merupakan Founder GOKAR, aplikasi transportasi online asal Karawang, menyampaikan bahwa GOKAR terbuka untuk membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai perusahaan maupun kawasan industri.
Menurutnya, kebutuhan transportasi di lingkungan industri memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, mulai dari layanan antar-jemput karyawan, transportasi operasional, pengiriman dokumen atau surat, hingga kebutuhan pengiriman barang.
“GOKAR siap berkolaborasi dan bersinergi dengan dunia industri. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aplikasi transportasi online, tetapi menjadi bagian dari solusi kebutuhan mobilitas perusahaan, baik untuk antar-jemput karyawan, pengiriman surat atau dokumen, maupun kebutuhan logistik lainnya,” ujar Syuhada.
Ia menambahkan, sinergi antara ASPHRI, dunia usaha, industri dan penyedia layanan lokal seperti GOKAR dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
“Semangatnya sama, yaitu membangun kolaborasi yang memberikan manfaat. ASPHRI memiliki jejaring dan kompetensi di bidang human resources, sementara GOKAR memiliki layanan transportasi dan pengiriman. Kalau potensi tersebut disinergikan, tentu banyak kebutuhan industri yang bisa kita dukung bersama,” pungkasnya.
Sekilas Laporan Program Kerja 2026
Laporan yang ditampilkan dalam dokumentasi kegiatan merupakan Laporan Pelaksanaan Program Kerja Tahun 2026 Bidang Kerja Sama Eksternal & Media Massa ASPHRI–Citra SDM Indonesia.
Laporan tersebut mencatat beberapa fokus kerja, antara lain publikasi kegiatan organisasi, media relations, penyebaran press release, publikasi berita online, dokumentasi kegiatan, penguatan citra organisasi, media partnership, database media nasional, kalender publikasi, press release rutin, media gathering, serta publikasi terintegrasi melalui website dan media sosial.
Laporan juga mencatat sejumlah kendala, di antaranya koordinasi yang belum optimal, belum tersedianya sistem informasi kegiatan, informasi kegiatan yang terkadang diterima mendadak, jaringan kerja sama eksternal yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya, serta belum adanya kalender publikasi nasional.
Ke depan, penguatan website resmi ASPHRI, media sosial, jaringan media, Podcast ASPHRI, dokumentasi dan publikasi kegiatan para pengurus di perusahaan masing-masing menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi organisasi yang lebih terstruktur.
Dengan demikian, semangat “Harmonisasi & Sinergi Meraih Tujuan Bersama” tidak hanya menjadi tema Rakornas DPP ASPHRI 2026, tetapi juga diarahkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat komunikasi, jejaring eksternal, citra organisasi dan kolaborasi ASPHRI dengan dunia usaha serta dunia industri.
(Hada)



